HOME

Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts

6/02/2012

Pengaruh Sinar Matahari Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman


Pengaruh Sinar Matahari Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman 
 
2.1  Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan adalah ukuran ( Massa, Panjang ) secara kuantitatif yang dihasilkan dari pertumbuhan jumlah sel dan bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Perkembangan adalah proses maju kedewasaan secara kuantitatif terhadap pengembangan tubuh organisme.
2.2  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan.
  1. Unsur Hara dalam Tanah
Tumbuhan membutuhkan berbagai unsur hara yang tersimpan dalam tanah. Semua unsur hara tersebut digunakan sebagai komponen penyusun zat organik di dalam sel.
  1. Air
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi tumbuhan. Air diperlukan tumbuhan sebagai media berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel, komponen dasar pembentukan zat makanan, dan membantu mengedarkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh.
  1. Suhu
Pada dasarnya, suhu yang dibutuhkan tumbuhan selama pertumbuhannya dan perkembangannya berbeda-beda,  bergantung pada jenis tumbuhan dan tempat hidupnya.
  1. Kelembapan Udara
  2. Oksigen (O2)
Oksigen dibutuhkan tumbuhan untuk memecah zat-zat makanan yang mereka buat sehingga menghasilkan senyawa sederha dan sejumlah energi.
  1. Tingkat Keasaman dan Basa
  2. Cahaya
Merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekurangan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat.
Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya.  Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick dan Berthwick pada tahun 1984, menunjukkan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660 nm.
Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730 nm memberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang merespon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya.
2.3  Hormon pada Tumbuhan yang Mempengaruhi pada Percobaan Penulis
·         Auksin
Auksin sangat peka terhadap sinar matahari. Apabila terkena sinar matahari maka auksin akan rusak. Hal tersebutlah yang menyebabkan pembongkaran ujung batang tanaman karena, bagian batang tanaman yang terkena sinar matahari auksinnya rusak maka akan terhenti pemanjangannya, sementara bagian lainnya akan terus memanjang sehingga tanaman bengkok.
Jaringan penghasil pada tunas apikal, daun muda embriu dalam sel merangsang perpanjangan sel batang dan merangsang pertumbuhan sel akar, differensiasi, perhubungan, dominasi tunas apikal, perkembangan bakal buah, fototropisme dan gravitropisme.
2.4  Klasifikasi Kacang Hijau ( Phaseolus Aureus )
Nama umum
Indonesia        : Kacang hijau
Cina                 : Chi Xiao Dou
Kingdom               : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom          : Tracehobionta ( Tumbuhan Berpembuluh )
Super Devisi          : Spermatophyta ( Menghasilkan biji )
Divisi                     : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Kelas                     : Magnoliopsida ( Berkeping dua / dikotil )
Sub Kelas              : Rosidae
Ordo                      : Fabales
Famili                    : Fabaceae ( Suku Polong-Polongan )
Genus                    : Phaseolus
Spesies                  : Phaseolus aureus
2.5  Alat dan Bahan
  1. Aqua gelas
  2. Penggaris
  3. 12 biji kacang hijau
  4. Air
  5. Cahaya matahari
  6. Kapas
  7. Corong berlubang
  8. Corong tertutup
2.6  Langkah Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan
  2. Memasukkan kapas ke dalam aqua gelas lalu memberinya sedikit air.
  3. Menanam 4 biji kacang hijau ke setiap aqua gelas dan meletakkannya ke 3 tempat yang berbeda intensitas cahaya. Untuk gelas aqua yang terkena cahaya melalui celah-celah digunakan corong yang berlubang untuk menutupnya. Untuk gelas aqua yang tidak terkena cahaya digunakan corong tertutup untuk menutupnya.
  4. Menyirami tanaman kacang hijau setiap hari.
  5. Mengukur tinggi tiap-tiap tanaman kacang hijau setiap hari.
  6. Mengamati perbedaan-perbedaan yang terjadi antara tanaman di aqua gelas 1,2, dan 3 misalnya tingginya.
  7. Mencatat hasil pengukuran dan pengamatan kedalam tabel penelitian
2.7  Tabel Hasil Pengamatan
Hari, tanggal Waktu (WIB)
Cahaya langsung
Melalui Celah
Tertutup
Kamis (16.00)
20 Januari 2011
Menanam
Menanam
Menanam
Jum’at (16.00)
21 Januari 2011
0,5 cm
1 cm
1,2 cm
Sabtu (16.00 )
22 Januari 2011
1,2 cm
1,8 cm
2 cm
Minggu ( 16.00 )
23 Januari 2011
2 cm
2,3 cm
4 cm
Senin 9 16.00 )
24 Januari 2011
2,5 cm
2,8 cm
4,5 cm
Selasa (16.00)
25 Januari 2011
3 cm
3 cm
7 cm

2.8  Pembahasan
Penulis melakukan pengamatan langsung terhadap pertumbuhan kacang hijau yang ditanam di tempat yang berbeda-beda. Tempat I terkena  cahaya langsung, tempat II melalui celah dan tempat III tertutup. Pengamatan tersebut dilakukan selama 6 hari dan pertumbuhannya sesuai dengan tempat dimana kacang hijau ditanam.
Tempat I pertumbuhannya paling bagus dibandingkan dengan pertumbuhan ditempat yang lainnya, karena mendapatkan cahaya secara maksimal. Di lain pihak, cahaya memperlambat pertumbuhan karena dapat menguraikan zat tumbuh (auksin) sehingga pertumbuhan meninggi terhambat.
Tempat II pertumbuhannya lebih cepat daripada pertumbuhan di tempat I, namun pertumbuhannya tidak sebaik tempat I ( batangnya berwarna kuning dan daunnya berwarna hijau kekuning-kuningan). Itu disebabkan karena cahaya yang diperoleh sedikit kekurangan cahaya akan mengganggu fotosintesis dan pertumbuhan. Batangnya cenderung bengkok ke arah datangnya cahaya.
Tempat III pertumbuhannya paling cepat dibandingkan dengan pertumbuhan di tempat yang lainnya dengan ruas-ruas yang panjang namun lemah serta pembentukan klorofil pada daun terhambat, sehingga daun tampak tidak hijau (pucat). Pertumbuhan yang cepat dalam kondisi gelap disebut etiolasi.

Bali Calsic Center



   A.    Sejarah Bali Classic Centre
Bali Classic Centre (BCC) merupakan obyek wisata buatan yang menarik untuk mengundangkan wisatawan yang sedang berliburan di Bali. BCC yang disebut sebagai "Bali Mini" ini berlokasi di Banjar Nyuh Kuning. Perkampungan seniman, Ubud, Kabupaten Gianyar. BCC dibangun diatas hamparan seluas 5 hektar dan beroperasi sejak Juli 2007. Tempat ini menyuguhkan atraksi seni budaya dan tradisi kehidupan masyarakat setempat seperti proses pembuatan merangkai Janur (Banten) dan pengolahan hasil-hasil pertanian secara tradisional.
B.     Kesenian Bali Classic Centre
Bali Classic Centre dibangun pada tahun 1997 oleh Pande Ketut Krisna, SE. BCC menyajikan semua aktivitas masyarakat Bali pada jaman dahulu. Misalnya pembuatan Canang Sari dan tari. Pada hal ini penulis akan membahas seni tari Bali Classic Centre. Macam–macam tari yang ada di BCC yaitu tari Cendrawasih, Tari Barong, Tari Puspanjan, tari Jaukmanis. Masing–masing tari memiliki makna tujuan tertentu. Dan lebih besar tari yang dipertunjukkan di BCC bersifat sakral sehingga tidak bisa disalahgunakan.
C.    Kesenian Rakyat dan Upacara Adat Bali
Tari tradisional dalam upacara adat saling berkaitan, baik sebagai pelengkap maupun perantara mencapai tujuan. Sebagai contoh, tarian untuk keselamatan dan perlindungan biasanya masyarakat Bali mengadakan pertunjukan kesenian. Kesenian tertentu sangat dekat dengan konteks budaya dan tujuan dilakukannya upacara keselamatan dan perlindungan. Tari-tarian tertentu tersebut digunakan untuk upacara perkawinan, khitanan, bersih desa dan banyak cara lainnya.
Secara hirarki perlaksanaan dan tata cara pertunjukan. Tari-tarian tertentu pada pementasannya diatur dalam bentuk upacara. Tata pementasan dapat dirinci dan diatur dalam bentuk sedemikian rupa sehingga dalam pelaksanaannya mampu berjalan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu. Namun dalam kegiatan lain, pementasan tarian-tarian tertentu dipentaskan banyak mengalami hambatan. Secara ilustrasi, kegiatan pelaksanaan pementasan acara kesenian dan tradisi upacara tertentu kurang berjalan sesuai harapan. Misalnya pada saat upacara perkawinan secara umum dapat berlangsung kurang lebih seperti ini.
Upacara diawali dengan cara pengenalan lebih dekat keluarga mempelai pria ke wanita. Acara bertujuan agar keluarga pria mengenal calon menantu. Selanjutnya, acara lamaran bertujuan meminta secara resmi calon pengantin wanita untuk dijadikan istri. Acara berikutnya adalah memberikan peningset atau ikatan dalam bentuk seperangkat pakaian lengkap kepada calon pengantin wanita sesuai tanggal dan hari yang ditetapkan. Sehari menjelang pernikahan dilakukan siraman baik pihak wanita maupun mempelai laki-laki dilakukan mandi secara simbolis yang menunjukkan bahwa kedua mempelai berangkat dalam badan yang bersih.
Pada acara ini juga dikenal sebagai Widodareni (Jawa), yakni acara dimana berbagai kerabat mempelai pria dan wanita saling bersilaturahmi. Kemudian dilanjutkan upacara panggih pada pagi harinya dengan melakukan sederetan upacara prosesi sampai akad nikah hingga keduanya kepalaminan. Untuk keperluan bersih desa dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yang kurang lebih dapat disebutkan sebagai berikut :
Upacara tradisi bersih desa dilaksanakan dalam setahun sekali yakni pada saat penduduk setelah menunai panen raya serasa serentak. Tujuan pelaksanaan upacara adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat diberi limpahan keberhasilan panen, cukup untuk digunakan beberapa bulan ke depan dari hasil bumi yang diperoleh pada panen raya ini.

6/01/2012

Sejarah Tari Barong Bali


Sejarah Tari Barong

Ada banyak versi tentang sejarah barong di Bali. Namun, maknanya tetap sama, "kebersamaan".
1.         Wujud Sakral Barong
Ada yang mengisahkan, barong bermula dari pertarungan dua bangsawan sakti dari Bali dan Blambangan. Mereka, Minak Bedewang dan Alit Sawung. Tanpa penyebab jelas, keduanya terlibat pertarungan hebat. Mereka bertarung tanpa henti hingga jangka waktu lama. Tak satu pun yang terluka. Masing-masing menggunakan wujud sakti yang mengerikan, seekor harimau besar dan burung garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suaranya menggelegar persis halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu tetap sama kuatnya. Hingga munculah suara aneh dari langit. Suara tanpa rupa itu mengingatkan agar menghentikan pertempuran. Keduanya diminta berdamai. Akhirnya, kedua wujud menyeramkan itu bersatu. Sejak itu, masyarakat Using memiliki wujud barong sebagai simbol kebersamaan. Diyakini, barong bisa mengusir pengaruh jahat,penyakit dan segala bahaya. Hingga kini, tarian Barong dan barong sangat disakralkan. Sebelum ditarikan, barong wajib diberi ritual khusus. Jika tidak, akan berbahaya bagi penari dan warga sekitar. Barong juga tidak sembarangan ditarikan. Ditarikan terutama untuk ider bumi atau selamatan desa. Nilai mistis barong tetap dijaga. Mereka yang berhak menari barong adalah orang pilihan alam.                         
            2.      Kesenian Barong Versi 1
Menurut Hasnan Singodimayan, budayawan setempat, kesenian barong Kemiren bercerita tentang gadis cantik bernama Ja'rifah, yang dijaga hewan bertubuh besar bermuka buruk--yang kemudian disebut barong--melawan penjajah. "Barong sangat setia kepada tuannya sehingga dianggap simbol kepahlawanan," tutur Hasnan.Kesenian barong Kemiren mirip kesenian barong di Bali. Kemiripan ini, menurut Hasnan, sangat wajar karena kedekatan kultur yang saling mempengaruhi dalam sejarah hubungan antara Bali dan Banyuwangi. Bedanya, secara fisik ukuran barong Bali lebih besar dan tidak punya sayap. Menurut Hasnan, ada beragam versi tentang sejarah barong Kemiren. Ada yang menyebut barong bukan kesenian asli Jawa, melainkan dari Bali. Kesenian ini dibawa dan dikembangkan warga Bali yang terpaksa bermukim di Banyuwangi, karena terjadi kekacauan di Bali.
3.    Kesenian Barong Versi 2
Versi lain menyebutkan kesenian barong berasal dari Cina, yang masuk Jawa pada zaman Majapahit. Ada kemiripan antara barong dan tari Singa Cina, yang berkembang pada zaman Dinasti Tang pada abad VII-X.
4.  Kesenian Barong Versi 3
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.
Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
Ceritanya  Rangda, ibu dari Erlangga ( Raja Bali pada abad kesepuluh),dikutuk oleh ayah Erlangga karena  berlatih sihir / ilmu hitam.
Setelah menjadi janda, ia memanggil semua roh-roh jahat di hutan dan setan, mendatangi Erlangga.
Perkelahian terjadi, tapi rangda  dan pasukannya  terlalu kuat dan  Erlangga harus meminta bantuan Barong.
Barong datang  dan perkelahian terjadi .Sihir Rangda Membuat semua tentara Erlangga  ingin bunuh diri, mereka menusukkan  keris beracun ke perut dan dada mereka sendiri. Barong Berhasil melindungi  pasukan itu sehingga kebal  terhadap keris tajam. Pada akhirnya, Barong menang, dan Rangda melarikan diri. (http://mazdodot.blogspot.com)
Topeng Barong dan Rangda dianggap suci , dan sebelum mereka dibawa keluar, pemangku (pemimpin upacara hindu)  hadir untuk memercikkan mereka dengan air suci yang diambil dari Gunung Agung, dan selain itu, beberapa persembahan  dan sajen juga disajikan.

Identitas Tari Barong Bali


Identitas Tari Barong
 
Tari barong adalah salah satu dari tari Bali yang merupakan peningalan kebudayaan pra Hindu selain tari Sangyang adalah tari Barong. Kata barong berasal dari kata bahruang yang berarti binatang beruang, merupakan seekor binatang mythology yang mempunyai kekuatan gaib, dianggap sebagai binatang pelindung.
Tari Barong menggambarkan pertarungan antara Kebajikan melawan Kebatilan. Barong adalah binatang purbakala yang melukiskan kebajikan dan Rangda adalah binatang purbakala mahasakti yang melambangkan kebatilan.
Barong adalah karakter dalam mitologi Bali dan merupakan perwujudan raja dari roh-roh yang melambangkan kebajikan (dharma). Sedangkan lawannya adalah Rangda yang menggambarkan keburukan (adharma). Barong dalam mitologi Bali konon digerakkan oleh roh yang dikenal dengan nama Banas Pati Rajah, yaitu roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan dalam wujud seekor singa. Setiap Barong dari yang mewakili daerah tertentu digambarkan sebagai hewan yang berbeda, seperti babi hutan, harimau, ular atau naga, dan singa. Bentuk Barong sebagai singa sangatlah populer dan berasal dari Gianyar. Dalam Calonarong atau tari-tarian Bali, Barong menggunakan ilmu gaibnya untuk mengalahkan Rangda.
Untuk menarikannya Barong ini diusung oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk / Juru Bapang, satu penari di bagian kepala dan yang lainnya di bagian pantat dan ekornya. Tari Barong Keket ini melukiskan tentang pertarungan kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma) yang merupakan paduan yang selalu berlawanan (rwa bhineda), yang diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.
Tetapi yang pasti tarian ini sangat menarik (apalagi bila disaksikan secara live), karena sarat akan nilai cerita (pertentangan antara kebajikan dan keburukan yang tidak pernah berhenti) dengan disertai selingan lelucon segar.
Tari Barong juga sarat dengan unsur mistis (seperti tari Debus dari Banten), dimana para penarinya dirasuki oleh makhluk-makhluk halus, terutama pada adegan mereka berusaha untuk melukai diri sendiri. Oleh karena itu, dalam setiap pementasan pasti ada pemuka adat yang bertugas untuk menjaga para penarinya untuk kebal dan tidak melewati batas. (www.surgabali.biz/tari_barong.php - Tembolok - Mirip)
ok - Mirip